|
London, Sebesar 25 persen populasi dewasa di dunia memiliki
hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diperkirakan angkanya menjadi 30
persen di 2025. Karenanya diharapkan ada pengobatan alami untuk mengatasi
masalah ini.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan nitrat yang
terdapat dalam buah bit yang di-jus bisa membantu menurunkan tekanan darah.
Studi yang dilaporkan dalam US journal Hypertension
menemukan bahwa tekanan darah bisa berkurang dalam waktu 24 jam pada orang
yang minum jus buah bit atau mengonsumsi tablet nitrat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada harapan untuk
menggunakan cara yang lebih alami dalam menurunkan tekanan darah.
"Kami menunjukkan bahwa buah bit dan kapsul nitrat
sama-sama efektif dalam menurunkan tekanan darah. Hasilnya kandungan nitrat
di dalam jus bit inilah yang menjadi dasar potensi untuk menurunkan tekanan
darah," ujar Profesor Amrita Ahluwalia, ahli farmaologi pembuluh darah
di Barts and the London School of Medicine and Dentistry, seperti dikutip
dari BBCNews, Kamis (1/7/2010).
Mekanisme kerja yang terjadi adalah kadar nitrat anorganik di dalam buah bit akan diubah menjadi gas oksida nitrat saat dimakan. Gas ini akan membuat pembuluh darah terbuka dan rileks, sehingga tekanan darah seseorang menjadi turun. Namun efek ini lebih jelas terlihat pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Mengonsumsi buah dan sayur memang baik untuk kesehatan
jantung. Sayuran seperti selada serta buah bit adalah yang
terbaik untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Hal ini
dikarenakan kandungan anorganik yang tinggi, yaitu nitrat yang berasal dari
dalam tanah
"Harapan yang ada adalah melakukan pendekatan melalui nitrat dalam makanan, yaitu menyarankan orang untuk mengonsumsi sayuran yang mengandung kadar nitrat tinggi," ungkap Prof Ahluwalia. Meskipun yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah bit, tapi hal terpenting disini adalah kandungan nitratnya. Karenanya saat ini diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sayuran apa lagi yang bisa memberikan efek sama. |
||||
|
Jangan Sembarangan Simpan Makanan
|
|
|||
|
KONDISI penyimpanan makanan banyak
mempengaruhi makanan tersebut. Terbukti, kebiasaan menempatkan makanan dan
sisa makanan di tempat terbuka dalam waktu yang cukup lama ternyata
mengandung risiko. Yakni menyebabkan rasa dan nilai gizi makanan tersebut
berkurang dengan cepat karena telah berinterkasi dengan oksigen di udara.
Maka itu, untuk mencegah berkurangnya rasa dan gizi, para ahli nutrisi dan
peneliti makanan merekomendasikan untuk menyimpan makanan dalam wadah
penyimpanan makanan yang kedap udara dan air, disamping untuk mencegah bau
yang tidak diinginkan.
”Kesegaran makanan terkait erat dengan nilai nutrisi yang
terkandung di dalamnya. Semakin segar makanan maka akan semakin tinggi nilai
nutrisi yang dikandungnya dan semakin sehat makanan itu untuk dikonsumsi,”
beber peneliti makanan dari Institut Pertanian bogor Dr Ir Purwiyatno
Hariyadi Msc
Menurut Purwiyatno, apapun jenis makanannya, baik buah maupun sayur segar, makanan yang telah dimasak ataupun yang telah diproses terlebih dahulu, kunci untuk menjaga kesegaran dan kesehatannya adalah dengan menyimpan makana itu secara baik sehingga nilai nutrisinya tidak berkurang. Dikatakan Purwiyatno, keawetan pangan juga dipengaruhi jenis bahan pengemas. Apakah bisa menahan udara dari dalam, kedap air dan juga mampu menahan udara dari luar kemasan. Dengan begitu maka akan terjamin keamanan pangan dan bisa memperlambat kerusakan makanan itu. Yang patut diperhatikan dalam menyimpan makanan adalah, sebuah wadah harus dapat menjaga keawetan produk dengan mengendalikan udara, cahaya, uap air, dan aroma. ”Serta mampu mencegah terjadinya kontaminasi dari mikroba, serangga dan binatang lainnya,” ujar Purwiyatno di Ritz Carlton Jakarta belum lama ini. Perlu diketahui pula, setiap makanan memiliki sifat yang berbeda dalam perlakuan penyimpanannya. Misalkan untuk menyimpan sayur dan buah maka diperlukan wadah yang tidak menyebabkan penguapan atau kehilangan air dari produk pangan tersebut sehingga dibutuhkan wadah yang kedap air Wadah kedap udara dan air memang paling dibutuhkan untuk makanan yang masih aktif dalam menangkap oksigen di udara. Sayuran dan buah adalah salah satu contohnya, keduanya merupakan bahan makanan yang masih memiliki proses respirasi yang tinggi Purwiyatno menjelaskan sayur dan buah yang sudah tidak tumbuh di tanah masih melakukan proses respirasi alias pernafasan. Namun sudah tidak sempurna sehingga respi-rasinya justru membuat sayur dan buah membusuk. Sederhananya, bayam disimpan di kulkas, seminggu kemudian bayam itu akan busuk dan bau. Ini karena bayam menyerap oksigen di udara yang membuatnya membusuk. Nah, wadah kedap udara dapat membuat bahan makanan berespirasi tinggi tahan hingga dua minggu. Buah dan sayuran merupakan bahan yang masih melakukan proses respirasi dan nantinya akan menghasilkan CO2 dan air. Maka itu harus tetap dipelihara hidup. Caranya dengan mengendalikan laju O2 Lain halnya dengan roti, untuk menyimpan roti usahakan agar tidak terlalu cepat kehilangan air karena akan menyebabkan retrogradasi. Dengan kata lain, roti menjadi keras dan kering. Maka diperlukan wadah yang bisa mencegah kehilangan air (uap). Lain dengan menyimpan bahan berupa bubuk, usahakan jangan menyimpannya dalam wadah yang lembap karena akan menjadikan bubuk ini menjadi lembek |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar